Sabtu, 20 Maret 2021

Kisah Rasulullah Berobat pada Pendeta ketika Sakit Mata

Silahkan bagikan :
۞ السَّــــــلاَمُ عَلَيْــــــكُمْ وَرَحْمَــةُ اللــــهِ وَبَرَكَاتُــــــــــهُ ۞
۞ بســـــــــــــم اللّـــه الرّحمٰن الرّحيـــــــــــــم ۞
-----------------------------------------------------------------------

 


Sama seperti manusia biasa, Nabi Muhammad saw juga pernah mengalami sakit meski tidak begitu parah. Nabi Muhammad kita kenal sebagai figur yang sangat memperhatikan kesehatan tubuhnya.

Kendati Nabi Muhammad saw pernah sakit, tentu hal itu tidak menurunkan derajatnya sebagai utusan Allah Swt.

Dikisahkan dalam Al-Manhal Al-Adzb Al-Maurud syarah Sunan Abi Dawud (juz 9, hlm 98), Syekh Mahmud Muhammad Khithab Al-Subkhi menjabarkan pengalaman Nabi Muhammad saw sewaktu kecil yang pernah mengalami sakit mata.

Menurut penuturan Ibnu Al-Jauzi, ketika Nabi saw berumur 7 tahun, beliau pernah sakit mata di mana banyak tabib (dokter) di Kota Makkah tidak memiliki obat yang mujarab. Nabi yang saat itu diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib kemudian mendapat saran dari penduduk setempat agar berobat ke daerah Ukaz.

Ukaz adalah pasar zaman dahulu yang terkenal di Semenanjung Arabia di mana terdapat seorang pendeta Nasrani yang pandai mengobati penyakit. Pasar tersebut lebih tepatnya terletak diantara Thaif dan Makkah yakni di kota Al-Athdia.

Atas saran dari orang-orang sekitar, akhirnya kakek Nabi saw segera bertolak menuju Ukaz untuk menemui pendeta yang dimaksud. Sesampainya di sana, Abdul Muthalib langsung menuju rumah pendeta itu dan mengetuk pintu rumahnya yang tertutup.

Karena kehadiran Nabi dan kakeknya tidak kunjung mendapat jawaban, mereka pun kecewa dan nyaris pulang kembali ke Kota Makkah dengan tangan hampa. Beruntung pendeta itu segera keluar lalu menjumpai Nabi saw dan Abdul Muthalib sembari menjelaskan bahwa kehadiran mereka dari Makkah telah menyelamatkannya dari reruntuhan rumah yang roboh karena gempa.

"Tadi rumahku berguncang, hampir roboh. Kalau saja aku tidak keluar menjumpaimu, pasti aku sudah tertimbun reruntuhan rumahku,” kata pendeta itu.

Tidak berselang lama, pendeta itu berpesan kepada Abdul Muthalib agar merawat cucunya karena Nabi Muhammad saw kelak akan menjadi pemimpin umat dan ahlul kitab tidak akan ada yang sanggup mencelakainya.

Pendeta itu pun memberikan suatu ramuan setelah dirinya memeriksa mata Nabi Muhammad saw.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa obat sakit mata Nabi Muhammad saw adalah ludahnya sendiri.

"Wahai Abdul Muthallib, setiap kali aku mengobati pasien sakit mata, pasti aku bersumpah pada Allah berwasilah dengan nama cucumu ini (Muhammad saw)," kata pendeta itu.

Wallahu a'lam


۞ الحمد لله ربّ العٰلمين ۞

-----------------------------------------------------------------------

0 komentar:

Posting Komentar

۞ MEDIA - SOSIAL ۞