Di tengah gurun pasir yg jarang ada air dan bercuaca panas, pohon kurma bisa tumbuh dan berbuah. Keberadaan pohon kurma di hamparan gurun pasir yang seolah tak berujung akan menjadi tanda harapan bagi orang-orang yang tersesat di tengah gurun, pertanda masih ada harapan hidup untuk melanjutkan perjalanan hingga ke tempat tujuan, tersedia buah kurma dan air sebagai sumber makanan & minuman . Pohon Kurma yang tumbuh di gurun pasir merupakan satu-satunya tanaman yang mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrim seperti itu itu dan tidak tumbang meskipun terjadi badai pasir yang sering terjadi disana.
Apa sebabnya pohon kurma bisa kuat seperti itu?
Berdasar penelitian para ahli, akar pohon kurma bisa tertanam
dan tumbuh hingga puluhan bahkan ratusan meter ke dalam tanah hingga menemukan
sumber air. Pohon kurma yang tumbuh di tengah gurun pasir memberikan sebuah
pertanda bahwa di bawah permukaannya ada air.
Bagaimanakah cara pohon kurma tumbuh di tengah gurun pasir?
Pohon Kurma tumbuh di tengah gurun pasir bukan dengan
menumbuhkan tunas terlebih dahulu seperti pohon buah pada umumnya, melainkan
akan menumbuhkan akar terlebih dahulu ke dalam tanah sampai menemukan air, tak
peduli berapa dalam sumber air itu ada maka sedalam itulah akar kurma akan
tumbuh. Baru Kemudian ia akan menumbuhkan tunas dan batang nya ke atas.
Cara menanam biji kurma di tengah gurun dengan cara ditanam
di dalam tanah sedalam 2-3 meter, kemudian ditimbun dengan bebatuan. Setelah
akar yang tumbuh ke dalam tanah menemukan sumber air, maka biji kurma itu akan
menumbuhkan tunas dan memecahkan bebatuan yang menimbunnya hingga tunas nya
tumbuh dan hidup berjuang tak kenal rasa takut akan hawa panas karena sudah
mempunyai modal yang kuat yaitu akar yang begitu panjang dan dalam hingga ke
sumber mata air di bawah gurun pasir.
mengapa biji yang ditanam tersebut harus ditutup batu ?
Saat biji mulai bertunas, batu tersebut akan membuat
pertumbuhan batang terhambat. Justru
karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tersebut membuat pertumbuhan
akar ke dalam tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat maksimal,
barulah biji kurma itu bertumbuh ke atas dengan perjuangan keras pula, yang
bisa membuat batu tersebut jadi terguling atau bahkan pecah.
Apa hikmahnya ?
“Biji pohon kurma yg ditutup batu, akan mengalami tekanan
dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah”.
Ini sebuah pelajaran prinsip kehidupan yang luar biasa, kita
harus sadar mengapa Allah kerap mengizinkan tekanan masalah hidup datang pada
kita. Tekanan hidup itu semua bukan
untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaliknya Allah mengizinkan tekanan
hidup itu untuk membuat kita berakar semakin kuat.
“tidak sekedar bertahan, tapi ada waktunya benih yang sudah
mengakar kuat itu akan menjebol ” batu masalah “ yang selama ini menekan kita,
sehingga kita pun keluar menjadi pemenang kehidupan.
Belajar dari pohon kurma. Jadilah manusia yang tangguh dan
tegar menghadapi beratnya tantangan masalah kehidupan. Milikilah cara pandang
positif bahwa tekanan hidup tidak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan
hidup akan memunculkan kita menjadi para pemenang kehidupan.
Kita harus kuat, sabar dan yakin dengan yang rahmat Allah,
seperti dinyatakan dalam ayat suci berikut;
“…dan janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, karena hanya
orang-orang kafir yang berputus asa dari rahmat Allah.” (Qur’an Surat.Yusuf :
87)
Untuk punya kekuatan untuk bisa menghadapi “tekanan”
tersebut, manusia harus memiliki “akar” yang kuat. Dalam hidup ini yang
dimaksud akar, ialah keyakinan pada Allah dan ilmu.
Pohon kurma bisa tumbuh kuat karena memiliki akar pondasi
yang kokoh tahu akan sumber kebenaran yaitu Allah yang menciptakan air
kehidupan. Maka ia tumbuh dengan begitu kuat dan kokoh di atas kebenaran.
Sebuah Pondasi kehidupan yang begitu kokoh hingga menghasilkan buah-buah
kehidupan yang begitu manis saat usianya dewasa hingga masa tuanya.
Hendaknya hidup kita sebagai manusia pun demikian halnya
seperti pohon kurma yang tumbuh di tengah gurun pasir. Di dalam bidang
kehidupan apapun, kuatkanlah terlebih dahulu pondasi kehidupan kita berdasarkan
petunjuk dari Allah, beragama. Dengan pondasi hidup yang kuat dan kokoh,
goncangan dan terpaan yang bagaimanapun tidak akan menggoyahkan kita dalam
menjalani kehidupan ini.
Secara sosial, keluarga, kerabat, teman dan relasi adalah
juga akar kita, mereka lah yang akan membantu kita dalam menghadapi setiap
permasalahan kehidupan. Orang yang
cenderung hidup individualis, hidup sendiri tak mau bersosialisasi akan
mengalami kesulitan saat menghadapi masalah.
Hikmah lain dari pohon kurma ialah buahnya yang manis.
Sungguh sebuah karunia Allah yang besar betapa pohon kurma,
walaupun berada di tempat yang jarang ada air dan bercuaca panas, tapi buahnya
manis sekali, daripada ia mengambil nutrisi makanan nya ? Allah maha tahu dengan ciptaan Nya.
Buah kurma yang manis hanya tumbuh setahun sekali saat puncak
musim panas sekitar bulan Juni-Agustus. Bunga kurma mulai tumbuh sekitar bulan
Maret, kemudian terjadi pembuahan saat bulan April dan buah kecilnya mulai
tumbuh sekitar bulan May dan matang sekitar bulan July-Agustus saat puncak
musim panas, dimana suhu di gurun pasir bisa sampai 50 derajat celcius.
Harap diketahui pohon kurma ini cukup unik, dimana ada jenis
pohon jantan dan betina nya, bunga dan tandan dari kedua jenis pohon ini harus
bertemu agar terjadi penyerbukan. Secara alami hal tersebut terjadi dengan
bantuan binatang spt burung2 atau lebah dll atau bisa juga dg bantuan angin.
Sekitar bulan Maret-April, saat pergantian musim dingin ke musim panas di gurun
pasir biasa terjadi badai pasir (sand storm), pada saat itu pula lah terjadi penyerbukan
pohon kurma oleh angin tersebut. Para petani kurma melakukan penyerbukan dengan
menaburkan tandan bunga dari pohon jantan pada pada bunga pohon betina. Pohon
berjenis betina lah yang berbuah, ada kemiripan dg pohon salak.
Proses penyerbukan pohon kurma ini sempat diabadikan pula
pada sebuah hadits nabi yang mengisahkan kejadian di jaman Rasulullah saw, saat
para sahabat petani menanyakan masalah hal tersebut pada nabi.
Dari Anas ra. dituturkan bahwa Nabi saw. pernah melewati satu
kaum yang sedang melakukan penyerbukan kurma. Beliau lalu bersabda, “Andai
kalian tidak melakukan penyerbukan niscaya kurma itu menjadi baik.” Anas
berkata: Pohon kurma itu ternyata menghasilkan kurma yang jelek. Lalu Nabi saw.
suatu saat melewati lagi mereka dan bertanya, “Apa yang terjadi pada kurma
kalian?” Mereka berkata, “Anda pernah berkata demikian dan demikian.” Beliau
pun bersabda, “antum a’lamu bi umurid duniya kum” (“Kalian lebih tahu tentang
urusan dunia kalian.”) (HR Muslim), sebuah hadits yg terkenal.
Buah kurma yang manis kaya protein, bisa tahan lama. Buah ini
lah yang jadi sumber makanan bagi para pengembara gurun pasir dalam perjalanan
jauhnya melintas gurun pasir. Bayangkan misalnya buah yang banyak air seperti
buah jambu atau pisang, dibawa oleh pengembara gurun pasir, kemungkinan akan
cepat busuk tak tahan lama. Sungguh maha bijaksana Allah dengan hasil ciptaan
Nya, semuanya sudah diatur sesuai ketentuan nya.
Buah pohon kurma yang manis tumbuh saat puncak musim panas
dari pohon yang mengalami tempaan yang kuat pula, di tempat yang jarang air dan
bercuaca panas.
Hikmahnya dalam hidup ini, hakikat manisnya kehidupan akan
terasa setelah perjuangan berat yg kita lalui, subhanallah
Demikianlah cerita tentang pohon kurma, betapa banyak hikmah
yang tersimpan, jadi pelajaran bagi kita semua, alam terkembang jadi guru,
subhanallah
Renungan dari gurun pasir Ruwais, di tepian empty quarter
desert ( gurun pasir hampa) Abu Dhabi, UAE.











BERANDAKU
0 komentar:
Posting Komentar