Buah kurma merupakan salah satu buah yang sudah tidak asing
lagi bagi kita masyarakat Indonesia, terutama ketika bulan Ramadhan tiba, maka
kurma menjadi santapan favorit ketika berbuka puasa. rasanya yang manis legit
menjadi ciri khas tersendiri dari buah yang satu ini.
Bagi kaum Muslim, buah kurma memiliki kedudukan yang sangat
istimewa, hal ini dikarenakan buah kurma merupakan salah satu buah yang
disebutkan dalam Al-quran bersama buah Tin, buah Zaitun, buah Anggur dan buah
Pisang. Selain itu, buah kurma merupakan buah kegemaran Nabi Muhamad serta
Nabi-nabi sebelumnya.
Taukah anda, sejak kapan buah kurma ini masuk ke Indonesia?.
Sampai sekarang, para ilmuan pertanian di Indonesia masih terdapat beberapa
pendapat mengenai sejarah atau asal muasal pohon kurma datang di Indonesia dan
menjadi tanaman komersil bernilai jual sangat mahal terutama pada buahnya.
Pada awalnya, pohon kurma
disebarluaskan ke Indonesia oleh pedagang besar dari Mesir dimana manfaat pohon
kurma telah terkenal sejak jaman dahulu kala sebagai tanaman dengan buah
multifungsi untuk kesehatan dan kecantikan tubuh seorang wanita.
Akan Tetapi, sejarah mengenai
pohon kurma yang mampu berbuah di Indonesia dimulai tahun 2004 tepatnya di
Surabaya, dikota pahlawan tersebut terdapat sebuah pohon kurma yang mampu
tumbuh dengan kokoh di kebun belakang Pondok Pesantren Darussalam, Jalan
Nginden II/7 Surabaya.
Sepintas, tak ada yang berbeda
dari pohon yang merupakan ciri khas Timur Tengah tersebut. Namun bedanya, di
pohon setinggi sekitar 3,5 meter itu muncul buah-buah warna hijau yang
jumlahnya ratusan.
Ternyata, di pohon yang tumbuhnya
tidak disengaja tersebut tumbuh buah kurma. Sebuah pemandangan yang hampir
tidak lazim terjadi di Indonesia, mengingat pohon kurma tidak bisa berbuah di
negeri ini.
“Kami juga terkejut saat melihat
ada buah di pohon kurma. Padahal biasanya pohon kurma tidak bisa tumbuh buah
dan hanya besar pohonnya saja. Ini sebuah anugerah Allah SWT,” ujar Ketua
Yayasan Pondok Pesantren Darussalam, H. Mahsun Hadji, saat ditemui di kebunnya,
Rabu.
Dijelaskan Mahsun, pohon kurma
itu masih berusia tujuh tahun. Tumbuhnya pun tidak disengaja. Pohon itu tumbuh
dari biji-biji yang dibuang pengasuh pondok pesantren setelah dimakannya.
“Kami meyakini kalau yang
membuang biji di kebun itu KH Mas Abdul Muhith, pendiri sekaligus pemilik
pondok pesantren. Biasa kan habis makan kurma, terus bijinya di buang di
pekarangan belakang,” tutur dia.
Nah pada tahun 2011 Juga Pak Agus
Jamil mulai mempopulerkan bahwa tanaman buah kurma mampu tumbuh dan berbuah
dengan baik di Indonesi, beliau telah keliling diseluruh negara yang ditumbuhi
kurma. Belia menemukan fakta bahwa kurma bisa berbuah dari suhu -5 C sampai 50
C dan dari ketinggian mulai 400 m sampai 1500 m dpl.
Kemudian pada tahun 2012, Bapak
Muhaimin Iqbal yang selaku owner “Jonggol Farm” mulai mendatangkan bibit kurma
kultur jaringan dan dibudidayakan di Jonggol Farm, karena melihat fakta
kebun-kebun kurma di Thailand yang awalnya dari biji kemudian digantikan dengan
bibit kultur jaringan yang lebih genjah, sudah pasti pohon betina dan
produktifitasnya lebih tinggi, serta tingkat keberhasilanya sangat tinggi
sehingga kemudian lahirlah istilah KURMA TROPIS.
Sejak tahun 2012 Tanaman buah
KURMA TROPIS menjadi buah bibir di Indonesia dan puncaknya di 2014 dengan
liputan Majalah pertanian Trubus tentang kebun kurma Tropis di Thailand,
menjadi viral apalagi di era media sosial maka munculah group-group penggemar
dan petani kurma seperti IDPA, Kurma Nusantara, Kurma Mania, Asosiasi Petani
Kurma dan mulai mendatangkan dan mengebunkan kurma skala orchard.
Sejak saat itulah, Perkebunan
tanaman kurma dalam skala Orchard pun mulai digalakan di Indonesia yang pertama
di Jonggol Farm, Kemudian Igrow di pandeglang seluas 5 hektar dengan 700 pohon
kurma kultur jaringan, ada juga di Bangka Botanical garden di eks Tambang
Timah, kemudian Haji Ruslan di pasuruan 4 hektar dengan konsep Agrowisatanya,
di Kuansing Riau seluas 40 hektar, Aceh dan Jambi di Tanjung Jabung Timur.
Sekarang ini, Demam kurma sudah
melanda bangsa Indonesia, pohon yang penuh berkah ini akan menghiasi kekayaan
hortikultura Indonesia dan digadang-gadang akan menjadi komoditi buah yang
sangat menjanjikan.












BERANDAKU
0 komentar:
Posting Komentar