Rabu, 17 Maret 2021

𝑲𝒖𝒓𝒎𝒂 𝑻𝒖𝒎𝒃𝒖𝒉 𝑺𝒖𝒃𝒖𝒓 𝒅𝒊 𝑩𝒆𝒏𝒈𝒌𝒖𝒍𝒖, 𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊𝒎𝒂𝒏𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑺𝒊𝒈𝒊 ?

Silahkan bagikan :
۞ السَّــــــلاَمُ عَلَيْــــــكُمْ وَرَحْمَــةُ اللــــهِ وَبَرَكَاتُــــــــــهُ ۞
۞ بســـــــــــــم اللّـــه الرّحمٰن الرّحيـــــــــــــم ۞
-----------------------------------------------------------------------

 


Buah dengan rasa manis legit ini banyak dicari, terutama saat bulan Ramadhan. Namun, tak disangka buah tersebut dapat dibudidayakan di Indonesia.

Masyarakat Indonesia, pastinya sudah tidak asing dengan buah kurma. Di mana negara dengan 34 provinsi ini dihuni penduduk muslim terbesar di dunia.

Mungkin saja, ke depannya di Indonesia dapat menjadi negara penghasil buah asal negeri Jazirah Arab, kurma tropis. Bagaimana tidak? Perkebunan kurma tropis mulai tumbuh subur. Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dan Nangroe Aceh Daarussalam, contohnya.

Begitu juga di provinsi berjuluk 'Bumi Rafflesia'. Di provinsi yang dihuni tidak kurang 2,2 juta penduduk ini, mulai membudidayakan kurma tropis, sejak 3 tahun lalu yaitu 2017.

Budidaya buah dengan nama latin 'Phoenix dactylifera' dikembangkan di Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Takjil yang dijadikan untuk menu buka puasa ini ditanam di atas lahan 3 Hektare (Ha).

Buah dengan rasa manis legit ini dikembangkan, M Nur Miftahudin. Di tangan penggiat Kurma Bengkulu ini, 480 pohon kurma tubuh subur di atas lahan seluas 3 Ha. Di mana di lahan itu telah ditanam 8 varietas.

Seperti, Barhe Thailand, H1 Thailand, K1 Thailand, Barhe Saudi, Medjol, Ajwal, Zahdi dan Deglet Noor (DN). Usianya, bervariasi. Mulai dari umur 6 bulan hingga 4 tahun.

Kurma yang ditanam 8 varietas dengan umur sekira dari 10 bulan hingga 4 tahun. Diperkirakan akhir tahun ini pohon kurma sudah ada yang mulai berbuah ruthob atau kurma muda.

Buah yang identik dengan oleh-oleh ketika pulang dari umroh dan naik haji ini memiliki nilai ekonomis yang cukup menjanjikan. Di mana dalam satu pohon kurma akan mengeluarkan 22 tandan kurma. Satu tandan mencapai 38 kilogram (Kg).

Puluhan Kg buah kurma itu untuk pohon kurma berumur 10 tahun. Sementara untuk kurma berumur 3 hingga 4 tahun menghasilkan 10 hingga 15 tandan. Per tandan kurma berumur itu menghasilkan buah 10 - 15 kg.

Nilai jual buah kurma pun cukup tinggi. Di mana per kilo mencapai Rp300 ribu. Jika per tandan pohon terdapat 10 tandan maka penghasilan satu pohon tidak kurang 100 kg kurma. Sehingga per pohon menghasilkan Rp300 juta. (Poreke i Laeka )

Budidaya kurma di negara tropis ini memiliki tantangan, seperti perbedaan iklim. Hal tersebut dijadikannya sebagai motivasi agar kurma tropis bisa tumbuh subur di daerah Bengkulu.

Budidaya kurma tersebut telah memakai 3 hektar (ha) lahan. Akan tetapi ada 2 ha lagi digunakan untuk pembibitan di mana total 5 ha tersebut tersedia 8 varietas kurma.

Dalam budidaya tersebut, dirinya tidak membutuhkan perawatan khusus. Kurma hanya butuh cukup air, suhu kelembaban yang cukup, PH tanah dan pupuk organik.

          Semoga saja tanaman Kurma ini dapat pula di budi dayakan di Kabupaten Sigi. Kalau tidak sekarang berani untuk mencoba menanamnya, kapan lagi. Sementara di daerah lain sudah ada tanaman kurma yang sudah berproduksi. Nenanamnyapun harus penuh kesabaran, karena menunggu waktu sampai umur berbuah membutuhkan waktu 4 sampai 5 tahun. Nah, untuk mengisi waktu tersebut, haruslah ada cadangan tanaman lain yang produktif  dan jangka waktu panen tidak terlalu lama.



۞ الحمد لله ربّ العٰلمين ۞

-----------------------------------------------------------------------

0 komentar:

Posting Komentar

۞ MEDIA - SOSIAL ۞