Dalam mengarungi bahtera
rumah tangga, seorang istri acap kali tanpa sadar melakukan tindakan berdosa
terhadap suami, bahkan menganggap dosa tersebut adalah hal biasa saja.
Padahal surga dan neraka istri ada pada ridho
suaminya.
Dikutip dari laman ummi-online, inilah 10 daftar
dosa yang paling sering dilakukan oleh istri.
Semoga artikel ini berguna bagi para istri agar
terhindar dari murka dan laknat Allah SWT:
1. Menyepelekan kebaikan suami
"Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku
melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita, mereka kufur.”
Para Shahabat bertanya: “Apakah disebabkan
kufurnya mereka kepada Allah?”
Rasul menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada
suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Seandainya seorang suami dari kalian
berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat
sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan, ‘Aku tidak pernah
melihat kebaikan pada dirimu sekalipun.’”
2. Tidak menghormati keluarga suami
Seorang suami harus berlaku lembut pada istrinya,
namun demikian istri pun wajib bersikap lembut pada keluarga suami, terutama
kedua orangtua suami. Jangan sampai istri memonopoli suaminya sehingga bahkan ibu
dan bapaknya sendiri tak bisa mendapatkan hak mereka terhadap anak laki-lakinya.
Dalam sebuah hadits shahih, diriwayatkan bahwa
Aisyah Ra bertanya kepada Rasulullah Saw, ”Siapakah yang berhak terhadap
seorang wanita?”
Rasulullah menjawab, “Suaminya” (apabila sudah
menikah). Aisyah Ra bertanya lagi, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang
laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya” (HR. Muslim)
Seorang sahabat, Jabir Ra menceritakan: Suatu hari
datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Saw, ia berkata, “Ya Rasulallah,
saya memiliki harta dan anak, dan bagaimana jika bapak saya menginginkan
(meminta) harta saya itu?
Rasulullah menjawab, “Kamu dan harta kamu adalah
milik ayahmu”. (HR. Ibnu Majah dan At- Thabrani).
3. Keluar rumah tanpa izin suami
Termasuk berpergian jauh tanpa ditemani oleh
mahramnya.
“Seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali
bersama mahram."
Hadits di atas menyangkut semua bentuk safar.
Wallahu a’lam. (Syarh Muslim: 9/103, dengan sedikit perubahan)
4. Menolak ajakan suami berhubungan
Rasulullah saw bersabda: “Apabila laki-laki
mengajak istrinya ke tempat tidurnya kemudian ia menolak untuk datang lalu
laki-laki itu tidur semalam dalam keadaan marah kepadanya, maka ia dilaknat
oleh malaikat hingga subuh.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).
5. Berias bukan untuk suami
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan
janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang
dahulu …” (QS. Al-Ahzaab: 33)
6. Mengungkit kebaikan dirinya terhadap
suami
Tak sedikit istri yang mengungkit-ungkit kebaikan
atau bahkan derajat dirinya di hadapan suaminya sehingga menyakiti dan
merendahkan suaminya, hal ini merupakan perkara yang amat besar dosanya.
Abu Dzar radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan,
bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok
manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada
hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar
bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,
“Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang
suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika
menjual. ” [HR. Muslim]
7. Membangkang terhadap suami (nusyuz)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Nusyuz adalah
meninggalkan perintah suami, menentangnya dan membencinya” (Tafsir Al Qur’an Al
‘Azhim, 4: 24).
“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya,
maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan
pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu
mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi
Maha Besar” (QS. An Nisa’: 34).
8. Menggugat cerai tanpa alasan syari
“Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya
untuk dicerai tanpa kondisi mendesak maka haram baginya bau surga” (HR Abu
Dawud no 2226, At-Turmudzi 1187).











BERANDAKU
0 komentar:
Posting Komentar