Pohon
Kurma merupakan salah satu pohon yang dapat bertahan dalam kondisi yang
ekstrem. Sama halnya dengan manusia, harus mempunyai prinsip yang kuat yang
dapat bertahan dalam kondisi ekstrem sekalipun.
“Orang benar akan bertunas seperti
pohon kurma”
Siapa yang tidak mengenal pohon kurma?
Tentu kita mengenalnya bukan, pohon kurma merupakan salah satu pohon yang buahnya
sering digunakan sebagai takjil dalam bulan suci ramadhan. Pohon kurma dapat
dijumpai di Timur Tengah yang dikenal dengan kondisi tanah yang kering, gersang
bahkan gurun yang sangat panas dan hanya pohon kurma bisa bertahan pada kondisi
ekstrem seperti itu. Menurut penelitian, pohon kurma dapat menancap dan dapat
mencari air ratusan meter ke dalam tanah. Selain itu, petani kurma menanam
pohon kurma dengan ditanam ke dalam tanah dengan kedalaman 2-3 meter lalu
ditutup dengan bebatuan. Hal tersebut dilakukan agar pertumbuhan batang pohon
kurma mengalami perlambatan dan akan menguatkan akar pada tanah.
Lalu, mengapa kita harus belajar dari
pohon kurma?
Pohon kurma untuk tumbuh di daerah
ekstrem membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Walaupun banyak hambatan mulai
dari bebatuan atau pun mencari air dikedalaman ratusan meter. Ini sebuah
pelajaran prinsip kehidupan yang luar biasa, kita harus sadar mengapa Allah
kerap mengizinkan tekanan masalah hidup datang pada kita. Tekanan hidup itu
semua bukan untuk melemahkan dan
menghancurkan kita, sebaliknya Allah mengizinkan tekanan hidup itu untuk
membuat kita berakar semakin kuat. Belajar dari pohon kurma. Jadilah manusia
yang tangguh dan tegar menghadapi beratnya tantangan masalah kehidupan.
Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tidak akan pernah bisa
melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi para pemenang
kehidupan. Kita harus kuat, sabar dan yakin dengan yang rahmat Allah, seperti
dinyatakan dalam ayat suci berikut :
“…dan janganlah kalian berputus asa
dari rahmat Allah, karena hanya orang-orang kafir yang berputus asa dari rahmat
Allah.” (Qur’an Surat.Yusuf : 87).
Pohon kurma dapat tumbuh dikarenakan
pondasi yang sangat kuat, yaitu akarnya. Sebuah Pondasi kehidupan yang begitu
kokoh hingga menghasilkan buah-buah kehidupan yang begitu manis saat usianya
dewasa hingga masa tuanya. Hendaknya manusia mengikuti yang dilakukan pohon
kurma mempunyai pondasi yang kuat yang berdasarkan ilmu pengetahuan dengan
pondasi yang kokoh ini dapat membuat hidup kita kokoh dan tidak akan tergoyah
akan hal-hal yang dilarang oleh agama karena agama adalah pondasi terkuat.
Selain itu, pohon kurma juga dibahas didalam Al-Qur’an, beberapa ayat yang
mengandung isi pohon kurma :
"Di bumi itu ada buah-buahan dan
pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang."
(QS. Ar-Rahman: 11)
Menurut (QS. Ar-Rahman: 11), secara langsung Allah
SWT menyebutkan buah kurma secara khusus dikarenakan mempunyai kemuliaan dan
manfaat yang baik baik ketika masih basah maupun ketika kering. Makna yang
dapat diambil, kita manusia harus mempunyai kemuliaan dan dapat bermanfaat bagi
orang lain.
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana
Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik,
akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya
pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan
itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim 24-25)
Berdasarkan ayat diatas, dapat
ditafsirkan bahwa pohon kurma mesti memiliki akar, pangkal batang, cabang, daun
dan buah, demikian juga pohon keimanan, memiliki pokok, cabang dan buah. Pokok
imam adalah rukun iman yang enam dan cabangnya adalah amalan saleh dan aneka
ragam ketaatan dan ibadah. Sedangkan buahnya adalah semua kebaikan dan
kebahagiaan yang didapatkan seorang mukmin di dunia dan akhirat.
Pohon kurma tidak akan bertahan hidup
kecuali dengan disiram dan dipelihara. Disiram dengan air, jika tidak maka akan
kering dan jika ditebang maka mati. Demikian juga seorang mukmin tidak dapat
hidup yang hakiki dan istiqomah kecuali dengan siraman wahyu.











BERANDAKU
0 komentar:
Posting Komentar